Laporan Akhir 3



1. Jurnal [Kembali]




2. Alat dan Bahan [Kembali]

  1. Laptop. 
  2. Software Proteus ver minimal 8.17

3. Rangkaian Simulasi [Kembali]

      a. Multiplexer

b. Demultiplexer


 


4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

a. Multiplexer 

IC 4052 merupakan multiplexer/demultiplexer analog ganda dengan konfigurasi dual 4-channel. Artinya, IC ini memiliki dua bagian multiplexer, masing-masing dengan 4 input yang dapat dipilih menggunakan 2 pin selektor (A dan B). Prinsip kerjanya adalah sinyal biner pada pin selektor menentukan jalur mana dari input yang akan terhubung ke output. Misalnya, jika selektor bernilai 00, maka input X0 atau Y0 akan tersambung ke output; jika selektor 01, maka input X1 atau Y1 yang dipilih, dan seterusnya. Selain itu, IC ini juga memiliki pin enable yang berfungsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan seluruh fungsi multiplexer. Karena sifatnya analog, IC 4052 dapat meneruskan sinyal digital maupun sinyal analog (seperti tegangan AC kecil), sehingga banyak digunakan dalam rangkaian pemilih sinyal, sistem audio, dan aplikasi komunikasi.

b. Demultiplexer

IC 74154 adalah demultiplexer/decoder 4-to-16 yang berfungsi mengubah input biner 4-bit menjadi salah satu dari 16 output. Prinsip kerjanya, kombinasi logika pada 4 pin input selektor (A, B, C, D) akan menentukan output mana yang aktif. IC ini bersifat aktif low, sehingga hanya satu output yang akan bernilai rendah (0) sesuai input biner, sementara output lainnya tetap tinggi (1). Selain itu, IC 74154 dilengkapi dengan pin enable yang harus diaktifkan agar fungsi demultiplexer bekerja. Dengan mekanisme ini, IC 74154 banyak digunakan pada sistem digital untuk pemilihan jalur, pengendalian perangkat, maupun rangkaian dekoder memori.

 

 

5. Video Rangkaian [Kembali]



 

6. Analisa [Kembali]

  1. Analisa hasil percobaan Multiplexer (percobaan 3a) ketika input data X0, X1, X2, X3 diberi variasi logika, lalu S0 dan S1 diubah-ubah.
  2.  Analisa hubungan antara persamaan Demux dengan persamaan Decoder. Mengapa Demux dapat dianggap sebagai Decoder yang diberi satu input data tambahan 𝐷
Jawab

1. Pada percobaan ini digunakan IC 4052 yang berfungsi sebagai multiplexer 4-to-1. Fokus pengamatan dilakukan pada kanal X dengan empat input (X0, X1, X2, X3) yang diberi variasi logika 0 dan 1. Pemilihan input mana yang diteruskan ke output X ditentukan oleh kombinasi sinyal selektor S0 dan S1. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap perubahan kombinasi selektor akan langsung mengalihkan output X ke salah satu input:

    • Saat S1S0 = 00, output X selalu mengikuti logika dari X0. Apabila X0 diberi logika 1, maka output X juga 1, begitu pula sebaliknya.
    • Saat S1S0 = 01, output X berpindah mengikuti X1. Perubahan logika pada X1 langsung tercermin pada output X.
    • Saat S1S0 = 10, output X dikendalikan oleh X2. Jika X2 = 1 maka output X = 1, jika X2 = 0 maka output X = 0.
    • Saat S1S0 = 11, output X bergantung pada X3. Variasi logika pada X3 menentukan langsung kondisi output X.
    • Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multiplexer bekerja sesuai prinsipnya, yaitu hanya satu input yang diteruskan ke output pada satu waktu, dan input yang dipilih ditentukan sepenuhnya oleh kombinasi S0 dan S1. Variasi logika pada input yang tidak dipilih tidak memengaruhi output.
2 .Decoder merupakan rangkaian logika yang berfungsi mengaktifkan satu keluaran tertentu berdasarkan kombinasi input biner yang diberikan pada bagian selektor. Misalnya pada decoder 2-to-4, kombinasi dua input selektor (A dan B) akan menghasilkan empat keluaran (Y0–Y3), di mana hanya satu output yang bernilai logika tinggi sesuai kombinasi tersebut. Persamaan logika yang terbentuk adalah
Y0=AB,
Y1=AB
Y2=AB dan
Y3=AB
Berbeda dengan decoder, demultiplexer memiliki satu input data tambahan, yaitu D. Persamaan logika demultiplexer 1-to-4 dengan selektor A dan B adalah
Y0=DAB,
Y1=DAB,
Y2=DAB, dan
Y3=DAB
Dari persamaan tersebut terlihat jelas bahwa bentuk dasarnya sama dengan decoder, hanya saja pada demux setiap persamaan keluaran dikalikan dengan data input D. Hal ini menunjukkan bahwa demux sebenarnya adalah sebuah decoder yang diberi tambahan jalur data. Decoder hanya memilih output mana yang aktif, sedangkan demux tidak hanya memilih, tetapi juga meneruskan nilai logika dari input data D ke jalur output yang dipilih. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa demultiplexer adalah implementasi decoder yang memiliki input data tambahan.

  

5. Link Download [Kembali]

 



 


 




Laporan Akhir 1



1. Jurnal [Kembali]




2. Alat dan Bahan [Kembali]

1. Panel DL 2203C. 
2. Panel DL 2203S.

3. Jumper.  


3. Rangkaian Simulasi [Kembali]

      A)


B)






4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

A)Gerbang Logika  

Pada rangkaian ini terdiri atas 7 gerbang yaitu gerbang NOT, AND, OR, XOR, NAND, NOR, dan XNOR yang terhubung ke 2 input B0 dan B1 dan memiliki 8 output yaitu H0, H1, H2, H3, H4, H5, H6, dan H7. Kedua input dapat kita atur ke logika satu dengan menghubungkan switch ke tegangan 5 volt dan ke logika nol dengn menghubungkan switch ke ground. Lalu akan masuk kedelapan gerbang logika yang nantinya akan menghasilkan output sesuai proses pada gerbang logika tersebut yang akan diperlihatkan pada LED. Jika LED menyala berarti output adalah logika 1 dan jika LED tidak menyala maka output berlogika nol

B)Aljabar Boolean

Pada rangkaian 1 terdapat 3 gerbang yang terdiri atas gerbang XOR 2 input, gerbang AND 3 input dan gerbang OR 2 input. Kemudia ada 3 switch input yang dikodekan dengan A, B, C, dan D. Dimana switch C bersifat invers yang bisa dilakukan dengan memasang gerbang NOT. Gerbang XOR terhubung ke input B dan D, gerbang AND terhubung ke input A, C invers, dan D, lalu output dari kedua masuk ke gerbang OR yang outputnya berupa LED. Saat kita mengkombinasikan input di A, B, C, dan D maka kita bisa melihat output akhir dari LED. Jika LED menyala maka output berlogika 1 jika LED tidak menyala maka output berlogika 0 

Pada rangkaian 2 terdapat 3 gerbang yang terdiri atas gerbang XOR 2 input, gerbang AND 3 input dan gerbang OR 2 input. Kemudia ada 3 switch input yang dikodekan dengan A, B, C, dan D. Dimana switch B bersifat invers yang bisa dilakukan dengan memasang gerbang NOT. Gerbang XOR terhubung ke input B dan D, gerbang AND terhubung ke input A, B invers, dan C, lalu output dari kedua masuk ke gerbang OR yang outputnya berupa LED. Saat kita mengkombinasikan input di A, B, C, dan D maka kita bisa melihat output akhir dari LED. Jika LED menyala maka output berlogika 1 jika LED tidak menyala maka output berlogika 0

 

5. Video Rangkaian [Kembali]




 

6. Analisa [Kembali]

1. Analisa masing-masing output H1 dan H2 ketika variasi A,B,C,D pada percobaan 1b!

Jawab:

  1. A=0, B=0, C=0, D=0, Pada kondisi semua input dimatikan, tidak ada sinyal yang masuk ke jalur logika. Karena tidak ada kombinasi yang memenuhi syarat di gerbang AND maupun XOR, maka kedua output, baik H1 maupun H2, sama-sama tidak menyala. Output: (0,0)
  2. A=1, B=0, C=0, D=0, Hanya input A yang diberi logika 1. Namun, A tidak cukup untuk mengaktifkan kombinasi gerbang yang ada. H1 dan H2 tetap tidak terpicu karena syarat masukannya tidak terpenuhi. Output: (0,0) 
  3. A=0, B=1, C=0, D=0, Ketika hanya B yang menyala, terlihat bahwa jalur ke H1 bisa terpicu. Hal ini karena input B masuk ke rangkaian XOR/AND yang dapat menghasilkan logika 1 di H1 meskipun tanpa A, C, atau D. Akan tetapi, H2 masih belum aktif. Output: (1,1)
  4. A=1, B=1, C=0, D=0. Kombinasi A dan B menyala bersamaan memberikan sinyal penuh ke rangkaian. Hasilnya, baik H1 maupun H2 sama-sama aktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika A dan B dipasangkan, kedua jalur output dapat terpicu sekaligus. Output: (1,1)
  5. A=0, B=0, C=1, D=0, Input yang aktif hanya C. Namun jalur ini melewati gerbang NOT terlebih dahulu sehingga kondisinya tidak cukup untuk menyalakan output. Akibatnya, baik H1 maupun H2 tetap mati. Output: (0,0)
  6. A=1, B=0, C=1, D=0, A dan C menyala bersamaan. Meskipun terlihat lebih kompleks, ternyata hasil akhirnya masih tidak memenuhi persyaratan logika gabungan untuk menyalakan H1 maupun H2. Semua output tetap 0. Output: (0,0)
  7. A=0, B=1, C=1, D=0, Dengan kombinasi B dan C aktif, terjadi perubahan pada jalur logika. H1 menyala karena rangkaian menerima kondisi yang sesuai, dan H2 juga ikut terpicu. Jadi kedua output menunjukkan logika 1. Output: (1,1)
  8. A=1, B=1, C=1, D=0, Ketiga input (A, B, dan C) aktif secara bersamaan. Kondisi ini jelas cukup kuat untuk membuat kedua output menyala. H1 menyala lebih dulu melalui jalur B, dan H2 ikut terpicu melalui kombinasi gabungan. Output: (1,1)
  9. A=0, B=0, C=0, D=1, Hanya input D yang bernilai 1. Jalur D saja  cukup untuk menyalakan output.  Output: (1,1)
  10. A=1, B=0, C=0, D=1, A dan D aktif bersamaan, kombinasi ini  membentuk syarat yang dibutuhkan pada gerbang logika. Akhirnya, kedua output  1. Output: (1,1)
  11. A=0, B=1, C=0, D=1, B dan D menyala. Dari hasil pengamatan, kombinasi ini tidak cukup untuk membuat H1 aktif, H2 juga masih tidak terpenuhi. Output: (0,0)
  12. A=1, B=1, C=0, D=1, Ketika A, B, dan D aktif bersamaan, terlihat bahwa kedua output terpicu. Hal ini menunjukkan adanya interaksi antara sinyal B dan jalur tambahan dari A-D yang mendukung logika gabungan. Output: (1,1)
  13. A=0, B=0, C=1, D=1, C dan D sama-sama menyala, dan ternyata kombinasi ini cukup untuk menyalakan baik H1 maupun H2. Jadi pada kondisi ini kedua output bernilai 1. Output: (1,1)
  14. A=1, B=0, C=1, D=1, A, C, dan D aktif bersamaan.  Dalam kondisi ini, baik H1 maupun H2 tetap aktif. Output: (1,1)
  15. A=0, B=1, C=1, D=1, B, C, dan D aktif secara bersamaan. Hasil pengamatan menunjukkan H1 tidak menyala, H2 tidak ikut aktif. Jadi tidak output yang menyala. Output: (0,0)
  16. A=1, B=1, C=1, D=1, Semua input aktif. Karena adanya sifat khusus pada gerbang XOR dan interaksi dengan gerbang lain, justru output keduanya mati. Jadi hasil akhirnya adalah 0,0. Output: (0,0)

5. Link Download [Kembali]

 



 


 




Laporan Akhir 2



1. Jurnal [Kembali]



2. Alat dan Bahan [Kembali]

  1. Laptop. 
  2. Software Proteus ver minimal 8.17

3. Rangkaian Simulasi [Kembali]

      A. Encoder


B. Decoder


 

4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

A. Encoder

IC 74LS147 adalah priority encoder dengan input desimal 0 sampai 9 dan output berupa kode biner 4-bit. Input maupun output IC ini bekerja dengan sistem aktif low, artinya input dianggap aktif jika diberi logika rendah (0), dan output yang dihasilkan pun dalam bentuk biner terbalik (low aktif).

Prinsip kerjanya adalah ketika salah satu input diberi logika rendah, IC akan mengeluarkan kombinasi biner sesuai nomor input tersebut. Namun, jika ada lebih dari satu input aktif bersamaan, maka IC akan memilih input dengan nilai angka lebih tinggi sebagai prioritas. Dengan cara ini, IC dapat mengubah banyak jalur input desimal menjadi kode biner yang lebih sederhana, sehingga lebih efisien untuk diproses oleh rangkaian digital.

 B. Decoder

IC 4028 merupakan BCD-to-decimal decoder yang berfungsi mengubah kode biner 4-bit (BCD) menjadi salah satu dari 10 output desimal. Input yang masuk berupa kode biner 0000 sampai 1001 (angka 0 sampai 9), dan dari sepuluh jalur output yang tersedia, hanya satu output yang akan aktif sesuai dengan kode input yang diberikan.

Dengan prinsip kerja tersebut, decoder 4028 dapat digunakan untuk mengaktifkan satu jalur tertentu berdasarkan input biner. IC ini banyak dipakai dalam rangkaian seven-segment display maupun sistem pemilihan jalur, karena mampu mengubah sinyal biner hasil proses digital kembali menjadi sinyal satu keluaran yang mudah dikenali.  

5. Video Rangkaian [Kembali]



 

6. Analisa [Kembali]

1. Analisa Pengaruh dari Output Low dan juga Output High pada Percobaan encoder 2a

2. Analisa setiap pengaruh input terhadap output decoder IC 4028 pada percobaan 2b, apa yg terjadi jika tidak ada input aktif, dan apa yg terjadi jika input melebihi biner 9(1001)

jawab:
1. output LOW menandakan bahwa bit biner tersebut sedang aktif atau bernilai 1. Misalnya, ketika keluaran menunjukkan kombinasi Y3=1, Y2=0, Y1=1, Y0=0, maka setelah melalui proses inversi hasil tersebut merepresentasikan angka desimal 5 (0101 dalam BCD). Dengan demikian, LOW menjadi penanda utama angka yang sedang dipilih. Sebaliknya, kondisi output HIGH menunjukkan bahwa bit tidak aktif atau bernilai 0, berfungsi sebagai pelengkap kombinasi biner. Jika semua output berada pada posisi HIGH (1111), berarti tidak ada input yang aktif, atau disebut kondisi implied zero. Saat salah satu input aktif, hanya bit tertentu yang berubah menjadi LOW sesuai angka yang dipilih, sedangkan bit lainnya tetap HIGH sebagai penanda 0.

 2. -Jika Tidak Ada Input Aktif

Yang dimaksud dengan tidak ada input aktif adalah ketika keempat input (A, B, C, D) berada pada kondisi logika rendah (0). Pada keadaan ini, nilai biner yang terbentuk adalah 0000, sehingga keluaran yang aktif adalah Z0, sedangkan Z1–Z9 tetap berada pada logika "0". Artinya, ketika tidak ada input yang diberikan (semua OFF), decoder otomatis memilih keluaran pertama (Z0).

-Jika Input Melebihi Biner 9 (1001)

Decoder 4028 dirancang hanya untuk menerima masukan dalam bentuk BCD, yaitu dari 0000 (0 desimal) sampai 1001 (9 desimal). Jika diberikan masukan di luar itu, misalnya 1010 (10 desimal) hingga 1111 (15 desimal), maka:

Tidak ada satupun output Z0–Z9 yang aktif. Semua output akan berada pada logika rendah (0). decoder menganggap input tersebut sebagai tidak valid sehingga hasilnya adalah "blank output".

Hal ini memang sudah menjadi karakteristik IC 4028 sesuai datasheet. Karena itu, penggunaan IC ini terbatas hanya sampai bilangan desimal 9.

 

5. Link Download [Kembali]


 


 




Tugas Pendahuluan 2



1. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian seperti pada modul percobaan, Kemudian buatlah kondisi dengan inputan berupa saklar SPDT dengan output berupa Logic Probe. Rangkaian Decoder : A = 1, B = 1, C = 0, D = 1

2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]

 

3. Video Simulasi[Kembali]



      

4. Prinsip Kerja Rangkaian[Kembali]

Rangkaian ini adalah rangkaian Decoder yang menggunakan IC 4028. Dimana rangkaian Decoder berfungsi mengubah kode biner menjadi bentuk lain. IC 4028 berfungsi mengbah bilangan biner 4 bit menjadi desimal (0 - 9). 

Pada rangkaian di ats IC 4028 terhubung pada inputan berupa 4 swicth SPDT yang dikodekan dengan A, B, C, dan D. Dan output yang terhubung ke 10 logc probe. Switch SPDT akan mengirim input berupa bilangan biner 4 bit dengan urutan terbalik D,C,B,A. Lalu output berupa logic probe akan menampilkan angka desimal. Misal saat input bit 0001 maka logic probe yang berlogika 1 adalah logic probe Q1 yang mempresentasikan angka 1.

Pada kondisi awal swicth SPDT diatur dengan input A=1, B=1, C=0, D=1 jika dibaca dari DCBA maka biner yang terbentuk adalah 1011. Karena 1011 adalah bentuk biner dari angka 11 maka IC 4028 tidak dapat menampilkannya dikarenakan IC ini hanya bisa menampilkan angka dari 0 sampai 9 sehingga pada output tidak satupun logic probe yang menunjukan logika  1(semua logika 0) 

5. Link Download[Kembali]



 






 




Tugas Pendahuluan 1



1. Kondisi [Kembali]

Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 3 gerbang AND dengan 3 input dan 4 input, kemudian gerbang NOR dengan 3 dan 4 input,kemudian 2 gerbang XOR dan 1 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.

2. Gambar Rangkaian Simulasi [Kembali]

Rangkaian setelah disimulasikan dengan output logika 1 :     

 Rangkaian setelah disimulasikan dengan output logika 0 :  

3. Video Simulasi [Kembali]

      


4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Rangkain ini terdiri atas beberapa komponen diantaranya 3 gerbang AND (2 gerbang AND memiliki 3 input dan 1 gerbang AND memiliki 4 input), 2 gerbang NOR (masing-masing 3 input dan 4 input), 2 gerbang XOR,dan 1 gerbang XNOR. Rangkaian ini memiliki input berupa 3 switch SPTD dan outputnya berupa Logic Probe

Pada kondisi awal saat Swicth SPTD terhubung ke sumber tegangan sehingga input yang dihasilkan dari ketiga swicth berlogika 1. Ketiga inputan tersebut lalu masuk ke 3 gerbang AND. Karena gerbang AND akan menghasilkan output 1 jika semua inputnya satu maka output yang dikeluarkan dari 3 gerbang AND adalah berlogika 1. 

Berikutnya gerbang NOR dengan input 3 menerima inputan dari output yang dihasilkan 3 gerbang AND. Karena ketiga output gerbang AND yang diterima gerbang NOR 3 input bernilai satu maka output yang dihasilkan gerbang NOR 3 input berlogika 0. Sementara itu gerbang NOR dengan 4 input menerima masukan dari swicth SPDT di 3 kaki input dan dari gerbang AND di kaki yang satunya. Karena keempat inputan berlogika 1 maka output yang dihasilkan gerbang NOR 4 input berlogika 0.

Lalu ada 2 gerbang XOR. Gerbang XOR pertama menerima input dari gerbang NOR 3 input dan gerbang NOR 4input. Sementara gerbang XOR kedua menerima input dari gerbang NOR dan gerbang XOR pertama. Karena semua input yang masuk ke gerbang XOR berlogika 0 maka kedua gerbang XOR menghasilkan output berlogika 0

Terakhir output yang berlogika 0 dari kedua gerbang XOR masuk ke kaki gerbang XNOR. Karena gerbang XNOR menghasilkan output logika 1 saat hasil penjumlahan kedua inputnya genap, maka keluaran terakhir dari rangkaian berlogika 1.

Agar output akhir rangkaian berlogika 0, maka salah satu switch SPDT harus disambungkan ke ground. Hal ini akan membuat output gerbang NOR 3 input berlogika 1, yang kemudian membuat output gerbang XOR pertama berlogika 1. Sehingga input yang masuk ke gerbang XNOR adalah logika 1 dan logika 0, karena 1+0=1 (bernilai ganjil) maka output dari gerbang XNOR berlogika 0 

5. Link Download [Kembali]


 



 


 




Gerbang Logika

Modul 1




MODUL 1

GERBANG LOGIKA

1. Tujuan [Kembali]

  1. Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika. 
  2. Merangkai dan menguji gerbang logika dan Aljabar Boelean. 
  3. Merangkai dan menguji rangkaian Encoder dan Decoder. 
  4. Merangkai dan menguji rangkaian Multiplexer dan Demultiplexer. 

2. Alat dan Bahan [Kembali]

1. Panel DL 2203C. 
2. Panel DL 2203S.

3. Jumper.  


 

4. Laptop. 
5. Software Proteus ver minimal 8.17

           

3. Dasar Teori[Kembali]

1.Gerbang Logika

Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean. Berikut jenis jenis gerbang logika antara lain : a. Gerbang AND


(a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND 

Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika AND


 

Gerbang AND merupakan gerbang logika yang menggunakan operasi perkalian. Bisa dilihat pada tabel diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.

b. Gerbang OR  


Gambar 1.5 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR 

 Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR 


 

Gerbang OR adalah gerbang logika yang menggunakan operasi penjumlahan. Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0. Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai satu. 

 c. Inverter ( Gerbang NOT ) 



Gambar 1.6 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT Tabel 1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT 

Gerbang NOT merupakan gerbang yang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya. 
d. Gerbang NOR

 


Gambar 1.7 (a) Rangkaian dasar gerbang NOR (b) Simbol gerbang NOR

 Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika NOR

 


Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR.

e. Gerbang NAND

 

Gambar 1.8 (a) Rangkaian dasar gerbang NAND (b) Simbol gerbang NAND
Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika NAND


 Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND. 

f. Gerbang Exclusive OR (X-OR )


 Gambar 1.9 (a) Rangkaian dasar gerbang X-OR (b) Simbol gerbang X-OR  

Tabel 1.6 Tabel Kebenaran Logika X-OR 



X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 1 dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 0. 
 
g. Gerbang Exclusive NOR (X-NOR)

 


Gambar 1.10 (a) Rangkaian dasar gerbang X-NOR (b) Simbol gerbang X-NOR 
Tabel 1.7 Tabel Kebenaran Logika X-NOR 

 


X-NOR merupakan gerbang X-OR yang keluarannya disambungkan dengan inverter Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang X-OR. Dimana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 1, dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 0.

2.Encoder-Decoder 

 Encoder dan decoder dalam dunia elektronika digital adalah dua komponen penting yang banyak digunakan dalam sistem komunikasi, pengolahan data, dan kontrol digital. Keduanya berperan dalam mengubah informasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sehingga memungkinkan perangkat digital untuk berkomunikasi secara efisien. 

a. Encoder

Gambar 1.11 (a) Rangkaian dalam Encoder (b) IC Encoder 4 to 

Tabel 1.8 Tabel Kebenaran Encoder 4 to 2

Encoder adalah sebuah perangkat atau rangkaian elektronik/digital yang berfungsi untuk mengubah suatu bentuk data atau sinyal (biasanya dalam bentuk informasi, posisi, atau sinyal analog) menjadi kode biner. Dengan kata lain, encoder “menerjemahkan” input menjadi data digital yang lebih mudah diproses oleh sistem elektronik atau komputer. 

b. Decoder   


 Gambar 1.12 (a) Rangkaian dalam Decoder (b) IC Decoder 2 to 4 

Tabel 1.9 Tabel Kebenaran Decoder 2 to 4 Input Output 



Decoder (dekoder) adalah perangkat atau rangkaian logika digital yang berfungsi untuk mengubah kode biner menjadi sinyal keluaran yang sesuai. 

3. Multiplexer dan Demultiplexer 

Multiplexer (MUX) dan Demultiplexer (DEMUX) adalah rangkaian digital penting dalam sistem komunikasi yang memiliki fungsi berlawanan. Multiplexer menggabungkan beberapa sinyal masukan menjadi satu keluaran, sedangkan Demultiplexer menerima satu sinyal masukan dan menyalurkannya ke salah satu dari banyak jalur keluaran.

a. Multiplexer

 




Gambar 1.13 (a) Rangkaian dalam Multiplexer (b) IC Multiplexer 4 to 1 

Tabel 2.0 Tabel Kebenaran Multiplexer 4 to 1

 


Multiplexer adalah perangkat pemilih beberapa jalur data ke dalam satu jalur data untuk dikirim ke titik lain. Komponen ini tersusun atas gerbang logika berkecepatan tinggi yang terdiri dari jalur input, terminal pengendali, dan jalur output. 

b. Demultiplexer

 


Gambar 1.14 (a) Rangkaian dalam Demultiplexer (b) IC Demultiplexer 1 to 4 

Tabel 2.1 Tabel Kebenaran Demultiplexer 1 to 4

 


Demultiplexer (DEMUX) adalah kebalikan dari multiplexer, berfungsi untuk mengarahkan satu input ke salah satu dari beberapa output berdasarkan sinyal seleksi. DEMUX sering disebut "data distributor".  

4. Percobaan [Kembali]

1.4 Prosedur Percobaan 
1.4.1 Percobaan 1 Gerbang logika dasar 
 A. Gerbang Logika 
1. Buat rangkaian seperti pada gambar dibawah ini.

 


Gambar 1.15 Rangkaian percobaan 1  
 
2. Set switch B0 dan B1 sesuai dengan jurnal, catat output H yang terjadi pada tabel kebenaran.. 
B. Aljabar Boolean 
Diberikan fungsi :

 

Dengan menggunakan Peta Karnaugh dan aljabar Boolean fungsi di atas dapat disederhanakan menjadi

 


Keduanya dapat pula ditulis sebagai :

 


Prosedur Percobaan:   

a. Buat rangkaian seperti gambar berikut : Diagram logika dari rangkaian yang menyatakan dua bentuk ekivalen dari fungsi yang telah disederhanakan ditunjukkan pada gambar dibawah ini


Gambar 1.16 Rangkaian percobaan 1 (Bentuk gerbang dari dua fungsi logika yang memiliki hasil yang sama) 

 b. Catat hasil yang didapat tersebut dalam bentuk tabel pada jurnal. Bandingkan hasil di dapat dengan persamaaan awal. 

1.4.2 Percobaan 2 Encoder Decoder  

A. Encoder 

1. Buatlah sebuah rangkain 10-4 encoder input dan output aktif low menggunankan IC 74147 seperti pada gambar

 


Gambar 1.17 Rangkaian percobaan 2  

2. Set Switch D0-D9 sesuai dengan jurnal dan catat hasil pada tabel percobaan 
B. Decoder 
1. Buatlah sebuah rangkaian decoder 4-10 aktif HIGH menggunakan IC 4028

 


Gambar 1.18 Rangkaian percobaan 2 
2. Set switch A,B,C, dan D sesuai dengan jurnal dan catat hasil output pada tabel hasil percobaan

Download File

  LINK DOWNLOAD Rangkaian Proteus  [Download] Video Demo  [Download] Datsheet Sensor Gas MQ-3 [Download] Datasheet sensor suhu LM 35  [Downl...